Kamis, 29 Desember 2016

Tips Buat Pelanggan Prabayar XL

Harga paket internet XL yang luar biasa murah, merusak pasaran layanan prabayar seluler khususnya di Bandung. Empat bulan terakhir ini, saya setia menjadi pelanggannya. Betapa tidak, dengan 59 ribu Rupiah dapat paket M, yang berisi 2 GB 3G, dan 10 GB 4G, plus telepon All operator 50 menit (termasuk telepon rumah/kantor). Luar biasa bukan. Apalagi sinyal 4G nya sangat kuat, jadi kuota 4G yang kencang itu bisa terpakai sampai habis. Sebelumnya pernah 2 bulan pakai IM3 Indosat yang memberikan konten yang sama, tetapi sinyal 4G nya memble, walhasil yang bisa dipakai cuma kuota 3G 2GB. Sebagai konsumen yang beli pulsa (bukan loyalty apalagi dibayar), tentunya pilih yang paling menguntungkan dong, dimana sinyal 4G nya kuat dan murah tentunya. Untuk Telkomsel 4G nya kuat, tapi harganya mahal.
Cuma sayangnya kebahagiaan menggunakan XL ini ternodai oleh aneka jebakan pop up, potongan yang tidak jelas, dan penutupan secara sepihak paket yang masih tersisa. Pengalaman saya begini, paket M saya masih sisa 1.8 GB dan 40 menit telepon ke semua operator. Lalu saya isi 50 ribu buat cadangan perpanjangan paket bulan berikutnya. Ketika saya gunakan telepon 6 menit ke Axis, apa yang terjadi? 
Shock pertama.Ternyata pulsa terpotong 4 ribu, sisa 46 ribu. 
Kepikiran me nol kan sisa pulsa dengan membeli pulsa 50 ribu lagi buat beli paket L seharga 89 ribu (isi 5 GB 3G + 14 GB 4G data dan 75 menit telepon semua operator), sehingga sisanya =46+50-89=7 ribu.
Shock ke dua. Ketika paket L terbeli, entah kenapa paket M tiba-tiba lenyap tak berbekas, padahal sisa data dan kuota telponnya masih banyak. .
Karena ada perlu telepon ke fixed Line saya pakai XL, karena masih ada sisa kuota telepon All operator. 
Shock ke tiga.Ternyata telepon saya selama 10 menit ini menyedot pulsa 5500 sehingga menyisakan 1500. Ada pemberitahuan pulsa tidak cukup, tapi masih bisa digunakan, dan kemudian baru memotong sisa kuota telepon antar operator. 

Jadi modusnya adalah :
1.Jika masih ada pulsa, saat bertelepon, ini akan disedot duluan, baru setelah itu kuota telepon. 
2.Pop up yang mengganggu tampilan saat browsing juga rawan kepencet, tahu-tahu ada pemberitahuan terimakasih sudah berlangganan paket musik blablabla.
3.Jika berlangganan paket baru, paket lama dihapus.

Tips saya untuk yang berlangganan paket XL Combo Xtra adalah sbb :
1. Jangan sisakan pulsa, karena potensi akan disedot, saat kita bertelepon, meski masih punya kuota telepon all operator.
2. Jangan sisakan pulsa, karena saat kita tidak sengaja menyingkirkan pop up yang mengganggu tampilan internet, kadang dianggap berlangganan pop up tersebut, dan pulsa akan terpotong.
3.Tunggu paket yang kita langgan sampai habis, jika tidak, paket lama akan dihapus, meski kita tidak memintanya.

Boleh berbahagia karena paket internet dan telpon yang murah dari XL Combo Xtra, tapi jangan lupa untuk tetap hati-hati dengan jebakannya. Dan jangan banyak berharap curhat ke direct message via Twitter XL center, karena jawabannya normatif, text book, tidak akan dikembalikan pulsa kita yang tersedot maupun paket kita yang hilang, dengan berbagai alasan yang intinya menyalahkan pelanggan. Rasanya seperti berdebat dengan mesin.
Meski sehari kemarin 3 kali terjebak, saya tidak kapok karena masih worth itu beli paket ini.

Yang paling penting, pastikan ada sinyal 4G XL. Karena jika tidak, pilih cari operator lain yang paketnya lebih murah, atau lebih kuat sinyalnya. Ingat ya, jangan sisakan pulsa, karena buat nelpon semua operator bisa via paket ini, demikian juga kalau mau kasih kabar-kabar, sudah bisa diwakili dengan adanya whatsapp. Jika masih susah sinyal, dan hanya bisa SMS coba berlanggan paket 1300 SMS XL dan 200 SMS antar operator seharga 15 ribu Rupiah, berlaku 30 hari.


Sabtu, 03 Desember 2016

Aksi Super Damai 2-12

Beberapa foto aksi super damai 212 yang berlangsung hari Jumat, 2 Desember 2016 di Jakarta, yang dimuat di beberapa media nasional .
okezone

wartakota

okezone

republika

tribunnews

Jumat, 02 Desember 2016

Proof Reading

Dalam suatu kelulusan akademis, kadang dituntut untuk mengirimkan paper ke jurnal internasional. untuk bisa dimuat tentunya harus memenuhi kaidah tata bahasa dan susunan seperti yang diminta oleh penerbit jurnal ilmuah tersebut karena menyangkut reputasi penerbit. sebut saja Index Scopus yang terkenal ketat dalam menentukan apakah paper tersebut layak muat apa tidak
Nah untuk hal tersebut biasanya ada jasa proof reading, orang yang melakukan profesi ini disebut proof reader. Biasanya ada biaya per lembar, dan biaya menurut kecepatan penyelesaian pekerjaan, makin cepat makin mahal. Namun untuk tulisan artikel biasa, bisa mencoba menggunakan proof reader yang ada di internet, salah satunya https://prowritingaid.com/en/
fiturnya cukup banyak, bahkan bisa mengubah susunan kalimat yang lebih tepat, tetapi ada biayanya 40 USD/tahun. Kalau buat mengecek kesalahan bisa dilakukan dengan gratis, hanya untuk mengaktifkan koreksi otomatisnya berbayar.





Peta Uji Coba One Way Bandung