Rabu, 30 November 2016

Time Management

Tiga Catatan Time Management :

Pertama : Tiap detik, menit dan hari adalah kehidupan baru. Bersifat unik. Serupa jarum jam nya tapi tak sama peruntungan nya. Langkah, Pertemuan, Rezeki dan Maut itu Rahasia Allah.
Jika ingin berubah ke arah  yang lebih baik , mulailah hal penting dan utama pada detik ini dengan modal aset yg dikelola  saat ini.
Jangan isolasi diri sendiri dengan alasan tak punya modal , keahlian dan koneksi apapun. Jangan cari alasan ini dan itu untuk tidak bergerak maju.
Jangan terpesona lihat rumput tetangga yg selalu indah.Keahlian dan pesona yg dimiliki sendiri  jauh lebih baik untuk di daya gunakan.
" Start today where you are and with what you have.”  Begitu ujar Teddy Roosevelt”

Kedua : Sibuk tidak sama dengan bekerja selesaikan agenda hari ini. Kesibukan tak menentu bisa sama dengan buang umur. Agenda yg baik sama dengan aktivitas memanfaatkan waktu untuk kemajuan. Jadwal   24 jam perlu  diagendakan mengerjakan yang utama dan bermanfaat.
"Being busy does not always mean real work. The object of all work is production or accomplishment and to either of these ends there must be forethought, system, planning, intelligence and honest purpose, as well as perspiration. Seeming to do is not doing.’ Begitu nasehat inventor legendaris Thomas Edison”

Ketiga : Tentukan prioritas dan agenda sendiri sebagai anggota satu teamwork.
Sinergi muncul jika tiap anggota menyelesaikan tupoksi nya dengan baik dan benar, tepat waktu sesuai jadwal.
Jangan tergoda menari dengan gendang orang lain.
Waspada pada email yg memenuhi inbox, atau postingan copy paste dalam WA. Jangan didikte oleh agenda orang lain yang tak sesuai dengan misi dan tupoksi yang diamanahkan.
"Your email inbox is simply a convenient place for other people to store their own agendas” kata Brendon Burchard.

Dikutip dari Facebook pak Jusman SJ

Jumat, 18 November 2016

Tips Keuangan Bagi Kepala Keluarga

Dikutip dari Bisnis Indonesia weekend, ada beberapa yang harus menjadi prioritas kepala keluarga :
1. Dana pensiun, setidaknya 10% penghasilan diinvestasikan untuk dana pensiun. Bisa dengan emas, Reksadana saham atau campuran.
2. Pos pengeluaran pribadi, sebesar 2,5% untuk keperluan hobi, misalnya olahraga lari, sepeda dll.
3. Asuransi rumah dan mobil jika punya.
4. Asuransi jiwa, sampai anak terakhir berumur 21 tahun. Untuk menggantikan nafkah sementara jika kepala keluarga tiada.
5. Tidak mengagunkan rumah keluarga untuk usaha, jika kredit macet keutuhan keluarga pertaruhannya.

Rabu, 16 November 2016

Dimana Sebaiknya Beli Tas dan Koper?

Buat yang membutuhkan tas punggung/backpack maupun tas koper dengan budget terbatas, kadang harus jeli untuk mendapatkan tas dengan kualitas baik, dengan harga yang pantas, tidak terjebak dengan model diskon 50%, bahkan 90%,karena trik diskon ini kadang menipu. Ini pengalaman saya bulan lalu :
1. Tas punggung/backpack
Sempat cari di toserba Y, ada diskon 50 dari 840 ribu menjadi 420 ribu. Sempat tertarik membeli. Namun feeling mengatakan harga segitu masih mahal untuk backpack lokal yang namanya juga belum terkenal. Geser ke toko tas di mall yang sama, yaitu toko tas E, ternyata di sana harganya 350 ribu tanpa embel-embel promo. Parah banget kan. Tokonya lebih nyaman  dan khusu.
2.Koper
Sempat mampir ke hypermarket H dan toserba M di mall yang sama, harga koper 600 ribuan. Tak ada yang lebih murah dari itu. Bahkan sudah merasa dapat paling murah, sudah mau geret ke kasir. Tapi dengan adanya internet yang kian mudah, saat hendak ke kasir, saya Googling di internet, ternyata di marketplace harganya 290 ribu. 600 ribu itu dapat dua, koper 20 inch + koper 24 inch. Jauh banget kan bedanya. Akhirnya saya beli dengan ongkos kirim 50 ribu. Beberapa waktu kemudian saat ke toko tas E saya lihat barang yang sama harganya 350 ribu. Beda tipis sih.

Tips :
1. Check marketplace, cari toko online yang terpercaya, biasanya ada testimoni. Cari yang termurah. Beli jauh hari, kalau mepet Anda sudah berangkat barang belum sampai. Kalau bisa COD lebih baik.
2. Beli di toko tas terpercaya, kadang bisa lebih murah. Marketplace bisa saja hari ini jual tas lipat 59 ribu, besok-besok barang yang sama karena ramai peminat rata-rata jual pada harga 150 ribu. Padahal di toko tas E stabil saja harganya di 70 ribu.
3. Toserba/Hypermarket
Pilihan terakhir jika di kota Anda tidak ada toko spesialis tas/koper dan tidak memungkinkan beli marketplace/online.

Peta Uji Coba One Way Bandung