Senin, 14 Maret 2016

Lele Goreng Wong Solo

Jumat lalu kami menunggu hujan selesai dengan makan malam di Wong Solo jalan Martadinata atau jalan Riau Bandung. Parkirnya luas dan representatif.
Menu yang kami pesan malam itu lele goreng, nasi dan teh. Menunggu 10 menit ada pegawai datang bilang lele nya habis, lalu kami ditawari menu lain, kami pesan nila goreng saja. Selang 5 menit kemudian, datang pesanan kami, berupa lele goreng, gimana sih ini? Tadi bilang habis ternyata ada. Kami sudah bayangkan makan nila, jadi reset ke lele.
Lelenya besar, kering, dibumbui kayak bumbu kremesan, renyah pula. Habis tandas tinggal tengkoraknya. Side dish berupa lalap juga habis, sambal yang dua macam (kecap dan bawang orek) pun tandas. Enak sih. Berdua habis 84 ribu sudah termasuk pajak.
Kelebihan Wong Solo adalah konsisten dalam rasa, baik waktu masih berupa resto di dekat Simpang Dago 14 tahun lalu, di Yogyakarta, di Banjarmasin/Banjarbaru maupun pedalaman Asam2, rasa sambalnya sama. Itu yang sangat saya suka, jadi kalau mau pasti soal rasa, Wong Solo adalah tempatnya. Salutnya meski bukan fast food yg sudah jelas sausnya dibuat pabrik besar, dan tepung ayamnya juga jelas, ini yg lebih rumit bisa dibuat seragam oleh Wong Solo. Lezat

1 komentar:

Tips Berlari Marathon

Olahraga lari kini menjadi trend di tengah masyarakat Indonesia. Marathon, half marathon, 10 km, 5 km beberapa di antara nomor lari yang pop...