Kamis, 31 Desember 2015

Jadwal Pemilihan Ketua IA ITB

Bagi alumni ITB, Januari 2016 adalah saat pemilihan ketua baru. Ada 5 calon. Berikut jadwal dan profil calon ketua tersebut.

Jumat, 25 Desember 2015

Hati hati Pakai Pos Biasa

Pengalaman buruk dengan pos biasa yaitu ongkos kirim dari Bandung ke Tanjung Balai Karimun Kepri, waktu kirim dengan berat 2,7 kg petugas menolak dgn alasan berat minimum 3 kg, tarif 3 kg 46 ribu, kemudian bawa pulang lagi, ditambah isinya, pas di pos beratnya 3,009 kg. 3 kg lebih 9 gram kena 76 ribu (4 kg). Artinya berat 3 kg tidak ada karena hampir mustahil untuk mencapai angka itu, paling tidak dinaikkan kena 4 kg.
Lebih baik pakai ekspedisi lain yang tidak mensyaratkan minimal 3 kg. Atau pakai pos kilat khusus sekalian.

Speaker Pringles Gratis

Ya, gratis. Bisa didapat dengan membeli 5 kaleng tube kentang Pringles seharga 40 ribu (5x8 ribu) di klikindomaret.com. untuk ke Bandung tambah ongkos kirim 13 ribu. Jadi totalnya 53 ribu.
Cara pasangnya gampang, siapkan baterai (tidak termasuk dalam paket) AA 3 biji, cari yang alkaline biar awet. Saya nyalakan 3x 24 jam akhirnya baterai tsb habis dan tidak mengeluarkan suara lagi.
Kualitas suaranya lumayan bagus, jernih, lebih bagus dari radio Philips yg 250 ribuan itu. Tapi kekurangannya boros baterai. Silakan dipesan kalau penasaran.

Rabu, 23 Desember 2015

Makan di Upnormal Lagi

Senin lalu, 21 Desember 2015 kami buka puasa dan makan malam di upnormal Cihampelas. Kami pesan yang beda antara lain :
1. Indomie rebus kornet level 30
Pedes banget, kalo tersedak bikin panas tenggorokan, bikin panas perut, tapi karena gurih, lumayan lah. Harganya 12,5 ribu
2. Nasi wagyu
Enak banget. Daging ditumis dengan butter dan bawang bombay. Terasa lemak klo udah dingin
Harganya 26 ribu
3. Ayam Cikrezz
Ayam goreng tepung tebal, pakai sambal matah(mentah ala Bali). Tepungnya tebal banget kayak pisang molen, bukan seperti kentucky. Sambal matahnya lumayan nendang. Perlu setengah jam menunggu makanan ini. Harganya 19,5 ribu
4. Es teh
Paling gue seneng buat netralkan pedas di perut. Gelas melamin bening ukuran jumbo dengan teh rasa tradisional dan es pabrikan, segerr banget. Habis 3 gelas. Slurpp. Harganya 6. Sebenarnya kombinasi yg kurang sehat, makanan berlemak dengan es.
Overall,  nice...

Selasa, 15 Desember 2015

Seandainya Bandung Punya MRT

Mengesalkan sekali bermacet-macet di Bandung kemarin sore, jarak 4,5 km yang biasanya 10 menit, kali ini hampir 3,5 jam. Gila bener. Kebayang berapa liter bensin yang terbuang, kampas rem yang terkikis, berapa mobil yang bersenggolan, berapa tambahan karbon dioksida yang mencemari udara kota Bandung. Meski sebagian dapat penghasilan dari sini (kebaikan), tapi lebih banyak pemborosan (keburukan) yang terjadi.
Kemacetan dimulai jam 3 sore di perempatan jalan Pasteur - Jalan Cipaganti (di bawah fly over), dimana mobil memenuhi perempatan meski sudah berganti2 lampu, yang tersisa space untuk satu mobil belok kanan ke arah Gedung Sate/ Jalan Dago. Karena menuju Cihampelas atas, belok saja ke Jalan Tamansari. Ketika di atas fly over/jalan layang kemacetan luar biasa dimulai. Jam 4.15 sore baru sampai jalan gelap nyawang dekat MBA ITB (1 km ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit alias kecepatan 1,33 meter/menit lebih cepat jalan kaki), karena belum sholat Ashar dan lapar, mampir ke masjid Salman untuk makan dan sholat. Menunggu sepi, jam 5 berangkat lagi, lagi2 macet, meski tak separah tadi, sambil lihat di google maps ada 2 opsi, lewat jalan Dago atau lewat Cipaganti, terlihat lebih cepat lewat jalan Dago. Rute sejauh 3,5km ini saya tempuh dalam waktu 1 jam 30 menit (kecepatan 4meter/menit). Jam 6.30 petang baru sampai.
Kadang dalam kondisi ini suka membayangkan betapa enaknya orang kerja atau orang yang berbisnis di kota modern yang  MRT nya seperti Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok, Hongkong, Osaka, Tokyo. Kebetulan pernah ke kota ini. Meski capek dan lelah, namun mereka bisa tidur di kereta dengan nyaman dan tiba di rumah tepat waktu. Yang jelas lebih ramah lingkungan dan lebih manusiawi. Kapan Bandung punya MRT ? Apakah nunggu Jakarta dulu? Ah, Jakarta bukan referensi kota yang patut di contoh, harusnya referensinya adalah kota yang lebih indah dan teratur seperti yang saya sebut di atas. Apalagi walikota Bandung kan walikota kelas dunia dan diakui oleh dunia internasional.

Jumat, 04 Desember 2015

Pilih Alfaonline atau Klikindomaret?

Baru saja meluncur web klikindomaret.com, menyusul Alfamartonline yang sudah setengah tahun beredar.

Meski baru, coba saya bandingkan beberapa hal :
1. Penampilan website
Alfamart lebih menarik dengan beraneka program
Indomaret masih polos, kurang menarik
2. Harga
Selama 10 kali belanja di Alfaonline diskon yang saya dapat sekitar 25-37% dari harga toko, bisa dicek di struk transaksi.
Sedangkan di klik Indomaret diskonnya hanya 10%, banyak yang tidak diskon. Jadi mengurangi minat untuk belanja di klikindomaret
3. Ongkos kirim
Alfaonline gratis untuk ongkir jam dinding Ikea dari gudangnya di Tangerang ke Bandung, sedangkan Klikindomaret dikenakan 13 ribu ongkos kirim.

Tampaknya Klikindomaret harus belajar banyak dari Alfaonline untuk menarik pelanggan.

Kamis, 03 Desember 2015

Kuliah Umum Presdir Nestle Indonesia

Bertempat di auditorium Sekolah Bisnis Manajemen (SBM)-ITB hari Jumat, 4 Desember 2015 dari pukul 09.00-11.30 diadakan kuliah umum dengan pemateri presiden direktur Nestle Indonesia, Mr. Rasheed Aleem Qureishi, seorang warga negara Pakistan yang belum sempat setahun dipindah tugaskan dari Nestle Vietnam.
Beberapa catatan penting selama kuliah umum ini antara lain :
- Nestle adalah perusahaan global dari Swiss yang didirikan di tahun 1955, di hampir seratus negara, dan di Indonesia sudah beroperasi sejak 1971. Saat ini WNI yang bekerja di Nestle 50% nya kerja di luar Indonesia, memang sistem di Nestle seperti itu.
- Beliau sudah bekerja sekitar 20 tahun di Nestle dan tetap kerasan, beliau terinspirasi waktu mahasiswa ada kuliah umum dari Nestle Swiss dan pematerinya sudah bekerja di Nestle selama 25 tahun.
- Posisi market Nestle saat ini no 3 di Indonesia setelah Indofood dan Danone, meski di seluruh dunia no 1. Targetnya menjadi no 1 di Indonesia. Produk seperti Milo, Susu Bear Breand, Dancow dll adalah contoh produk Nestle.
Terkait profesinya beliau berpesan agar mahasiswa punya spesialisasi, seperti contoh dirinya, beliau ambil MBA spesialisasi marketing, beliau menikmati karena tipikalnya ceria dan suka sharing, tapi beliau juga tahu finance, operasional, karena beliau juga mempelajarinya. Jadi pesan beliau jadilah spesialis.

Tips Fit Selama Ramadan

Dikutip dari majalah toko Guardian, ada beberapa tips tetap fit saat bulan Ramadan dimana ada perubahan pola makan minum yang berdampak mual...