Rabu, 26 Agustus 2015

Sarapan di Stasiun Bandung

Saat melakukan perjalanan pagi menggunakan kereta api kadang2 tidak sempat untuk menyiapkan sarapan, sehingga biasanya hanya beli cemilan atau snack untuk bekal perjalanan. Bisa saja beli sarapan di kereta api. Namun jika ingin variasi lain bisa sarapan di Yogya Express stasiun Bandung yang ada  di kanan loket pembelian tiket. Untuk nasi rendang dan nasi gepuk 16500 Rupiah sudah termasuk pajak. Sedangkan bihun dan lainnya lebih murah. Setelah kita pilih dan bayar, kasir akan memasukkan nasi ke dalam microwave selama 2-3 menit, kemudian menyerahkan ke customer berikut sendok garpu plastik. Kalau mau bawa ke kereta juga disiapkan tas plastik. Selain makanan juga ada bermacam minuman panas dan dingin. Cuma satu yang kurang, makanannya belum ada sertifikat halal MUI. Kalau mau yang ada sertifikasi halalnya, ada Hoka hoka Bento di dalam stasiun, setelah tempat pemeriksaan, belok kanan sebelum masuk ke kereta. Ada paket 25 ribu sudah termasuk minuman.

Skywalk di Cihampelas

Ada rencana yang disampaikan oleh walikota Bandung pak Ridwan Kamil bahwa di jalan Cihampelas akan dibangun skywalk untuk wisatawan. Skywalk ini diharapkan untuk lebih membuat nyaman wisatawan dalam berbelanja. Di Kuala Lumpur sudah ada skywalk di daerah Medan Tuanku, dimana skywalk ini menghubungkan perempatan daerah ramai kendaraan sehingga masyarakat lebih nyaman dan aman menuju tempat yang dituju. Pembangunan ini akan didanai pengusaha sekitar jalan Cihampelas.

Senin, 24 Agustus 2015

Mie Mewek

Posisinya di Pajajaran 1 membuatnya sering terlewat karena dekat tikungan. Parkir mobil juga agak jauh, dan Sabtu lalu kami berkesempatan makan di situ.
Kami pesan mi mewek level terpedas dengan kuah spesial mewek yg benar2 sedap pedasnya dengan tambahan ceker ayam 2 kaki.enak enak enak.cukup sepadan dengan harganya yang 17 ribu. Pengen kesana lagi jadinya

Kamis, 13 Agustus 2015

Pizza of The Day Domino's Pizza

Ini adalah kedua kalinya makan pizza Dominos (PD). Sebelumnya delivery order, kali ini dine in atau makan di tempat.
Kebetulan ada promo pizza of the day, tiap Senin-Kamis ada promo menu tertentu diskon 35%. Untuk kamis pizza yang didiskon adalah medium hand tossed cheese mania, dari harga 71 ribu, diskon 26 ribu menjadi 45 ribu nett. kulit pizza renyah dengan topping keju mozarella yang melimpah dan taburan daging yang cukup berasa. Pizza yg bisa dibagi 6 slice cukup untuk 3-6 orang.
Beda dengan pizza hut (PH) antara lain :
1.PD: datang ke kasir, pesan apa, bayar
PH : waiter datang mencatat pesanan, bayarnya nanti setelah makan
2.Dua2nya harus nunggu 15 menit sebelum pesanan datang
3.PD : konsumen dipanggil dan diberikan pesanan dalam kotak kardus, termasuk sambal dan saus tomat sachet. Bisa dimakan di tempat atau di bawa pulang.
PH : disajikan di meja, disiapkan piring, sendok, garpu dan tisu. Lalu ada sambal dan saos tomat dalam botol kaca. Kalau tak habis boleh minta dibawa pulang dg bungkus kotak karton.Selesai makan minum baru bayar.
Kalau pesan untuk dibawa pulang PH melakukan prosedur seperti PD.
Mungkin karena PD lebih simpel, tanpa harus menyiapkan piring, sendok, garpu dan lain2 (PH juga jual salad, es krim, dll sedangkan PD cuma jual pizza dan minuman produk Coca Cola), harga jual PD terkesan lebih murah, dan terus2an bisa kasih promo.
Pizza PD lebih renyah, kulit tipis. Mirip pizza Tuscany PH yang sudah discontinue.

Nasi Kencur Warung Inul

Namanya cukup melegenda, dan kebetulan ada di bangunan permanen samping parkir tahura Juanda Dago.
Kami pesan menu paket terdiri dari nasi goreng kencur (cikur-bahasa Sunda), ayam goreng dan lalapan. Rasanya enak, cukup menggoyang lidah. Rasa kencur yang khas membuat air liur menetes. Enak.
Sepaket plus teh Tong Tji panas dihargai 25 ribu. Boleh dicoba

Selasa, 04 Agustus 2015

Come and Run di Tahura Juanda

Sabtu lalu, 1 Agustus 2015 kami mengikuti lari Come and Run 2015 yang diadakan mahasiswa reguler MBA SBM ITB bertempat di Taman Hutan Raya Juanda Dago. Semua peserta datang pagi, karena dijadwalkan jam 6 sudah mulai start. Ketika jarum jam sudah menunjukkan jam 6, peserta yang hadir baru 200 an, dari 350 orang yang mendaftar, namun perlahan mulai berdatangan dan jam 6.15 rombongan ibu gubernur Jawa Barat (Bu Aher) datang beserta rombongannya. Ini kali pertama saya lihat langsung ibu gubernur dari dekat. Dengan pakaian olahraga bermerek Jack Nicklaus warna kuning beliau memberi sambutan yang isinya antara lain " kesehatan anak Indonesia no 1 dalam obesitas dan no 5 dalam hal gizi buruk di dunia, tahun depan Jabar jadi tuan rumah PON 19, target juara maka harus sejak awal harus dibudayakan olahraga". Meski istri gubernur,beliau tampil sederhana dan pantas, dan yang jelas orangnya cerdas dan percaya diri. Tidak menor seperti umumnya istri pejabat atau selebritis.
Jam 6.30 tepat start dimulai, melalui hutan raya juanda, lalu belok ke jalan kampung Sekejolang yang terus menaik. Sepanjang jalan tampak hutan, kebun sayur, vila, dan ketika tengok ke bawah tampak kota Bandung. Sejuk dan indah pemandangan yang terlihat. Meski judulnya come and run, tapi lebih santai, tak dikejar waktu. Kami dikasih waktu sampai 10.30 (4 jam dari start) untuk menyelesaikan rute sejauh 10 km ini. Hitungan saya, jalan santai 1 meter per detik pun hanya butuh waktu 2 jam 46 menit.
Setelah 2,5 km kami diberi minum Pocari Sweat dan air putih. Jalan lagi menanjak terus sampai 4,5 km lalu belok kiri masuk hutan kembali, di km 5 ada pos dimana peserta diberi minum dan buah semangka. setelah istirahat sejenak kami lanjut, melalui kampung kecil, lalu masuk hutan lagi. Jalan setapak yang kami lalui, cukup terjal dan sempit. Hanya cukup 1 orang. Hutan di sini cukup rapat, sampai akhirnya di km 7 kami tiba di jalan yang sudah ada track lari nya. Ketemu orang dari arah berlawanan yang juga sedang berjalan kaki.
Nah pas baru 500 meter jalan, istri jatuh, kesandung track yang berlubang, sempat dikira keseleo, namun ada mas mas yang tampak biasa olahraga mengecek dan bilang bukan keseleo, cuma ada benturan. Lumayan, kami berbarengan dengan mereka, sehingga setelah dibantu peregangan kami bisa lanjut jalan, meski dengan terpincang2. Pas km 8 ada pos lagi dan minta counterpain ke panitia. Disini kami minum sekaligus istirahat sekitar 15 menit, tampak pula beberapa puluh peserta melewati kami. lanjut terus, di km 9 kami sampai Gua Belanda. Beberapa peserta tampak foto2 selfie. Sebenarnya sepanjang jalan tadi juga lebih mirip acara jalan2 dan ber foto ria. Haha.
Akhirnya jam 8.59 kami sampai finish dan mendapat finisher medal, dikasih air minum distilasi Jatiluhur yang segar dan enak serta 2 pisang ambon. Jarak 10 km kami tempuh dalam 2 jam 29 menit. Cukup lambat, karena lebih sering jalan dan sempat jatuh, tapi ternyata di belakang kami masih ada puluhan peserta. Dan jam 9.30 semua peserta sudah masuk finish. Di grup WA, ada kabar teman yang sampai finish dalam waktu 59 menit saja. Wow. Yang juara saat event ini adalah peserta dari Afrika. Dalam event ini ada 6 peserta dari Afrika yang begitu mencolok karena fisik dan kulitnya (penampakan atlet).
Aneka kuis dan hiburan diadakan, sambil menunggu pengundian door prize. Kami sendiri menunggu sampai jam 10.30, karena sudah mulai panas dan bosan. Undian door prize juga tak kunjung dilakukan. Evaluasi saya : jadwal lari tidak sesuai dari jam 6 ke jam 6.30, time limit terlalu panjang (4 jam), medis kurang memadai. Namun terlepas dari itu, pemilihan tempat dan ide acara patut diacungi jempol. Kehadiran ibu gubernur juga memberikan kesan bahwa acara ini diakui. Dan puluhan sponsor yang berpartisipasi menandakan bahwa panitia bekerja keras. Dan salutnya, panitia, semua mahasiswa sendiri. Kecuali MC yang penyiar radio.

Peta Uji Coba One Way Bandung