Kamis, 30 April 2015

Indonesia Diambang Krisis

Menarik baca postingan dibeberapa grup whatssapp tulisan yang katanya dibuat oleh salah satu petinggi Astra International, ini tulisannya " Artikel by
Bp. P. BAMBANG W. SANTOSO
(Presdir UNITED TRACTORS & Direktur AI)

LAMPU ORANYE SEDANG MENYALA : SIAGA DAN WASPADALAH

Optimisme mendadak terhenti. Pesimisme mulai bersemi. Itulah situasi yang sedang kita hadapi di ekonomi riil bangsa kita. Euforia Konferensi Asia Afrika dengan gemelegar pidato dan acara seakan menjadi penyejuk sejenak untuk mengobati kepenatan masyarakat, termasuk para kepala negara dan kepala pemerintahan yang hadir disini.

Bayangkan, ditengah optimisme politik Asia Afrika, bayangan kemuraman ekonomi semakin nyata. Tidak dapat disangkal lagi, semua sedang menghadapi krisis perekonomian yang tak mudah dicari obatnya.

China, sebagai penggerak ekonomi Asia, semakin terpuruk dengan tingkat pertumbuhan hanya sekitar 7 persen mendampingi indeks manufaktur yang sudah dibawah 50 sebagai titik nadir pertumbuhan. Afrika Selatan sebagai anggota BRICS juga tidak bisa diharapkan menjadi pendorong kelompok Afrika. Lalu bagaimana dengan Indonesia ?

Kuartal 1 tahun 2015, mengikuti trend penurunan sejak kuartal 4 tahun 2014, semakin menunjukkan gejala LAMPU ORANYE (SIAGA DAN WASPADA). Artinya sudah melampaui LAMPU KUNING (HATI HATI) tapi belum sampai ke LAMPU MERAH (BAHAYA).

Sektor Makanan dan Minuman sudah turun 10 persen mendampingi sektor lain yang selama ini jadi andalan ekonomi domestik. Kelesuan ini sangat dirasa, bahkan banyak pengusaha resto maupun rumah makan kecil sudah merasakan dampaknya secara nyata. Pengunjung sepi. Kalah mal masih ramai, hanya untuk sarana rekreasi dengan belanja seadanya. Banyak yg menahan diri untuk berbelanja. Itu sebabnya banyak pengusaha yang mulai jor-jor-an obral diskon.

Saya bukan bermaksud menjadi ekonom, untuk menakut nakuti anda. Tapi paragraf awal ini hanya gambaran sederhana untuk menunjukkan kondisi perekonomian dunia dan kita sedang menuju perlambatan yang semakin cepat.

Nah, ini yang saya mau bagikan. Bukan soal bagaimana membuat ekonomi bergairah tapi bagaimana mempersiapkan diri agar kita tetap bisa SURVIVE kalau krisis tejadi.

Prinsipnya sederhana saja : kita harus mengatur keuangan kita, sehingga 'KALAU EKONOMI TAMBAH BURUK, KITA MENJADI ORANG TERAKHIR YANG TERKENA DAMPAK, TAPI KALAU EKONOMI MEMBAIK KITA MENJADI ORANG PERTAMA YANG MENIKMATINYA'.

Bagaimana strateginya ?

Pertama, perketat PENGELUARAN anda. Tunda yang tidak perlu, kurangi yang perlu, batalkan yang hanya berupa keinginan.

Dalam kondisi sulit, pendapatan akan semakin sulit bertambah, itu sebabnya yang bisa meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga adalah mengurangi pengeluaran.

Caranya : matikan lampu yg boros, kurangi jajan diluar, stop investasi walaupun diskon yang ditawarkan menggiurkan.

Kedua, lunasi HUTANG anda secepatnya, apalagi hutang dengan menggunakan kartu kredit. Ingat dalam kondisi krisis, bunga hutang akan membunuh anda pelan pelan karena orang yg berhutang akan menjadi budak orang yg menghutanginya.

Ketiga, alokasi TABUNGAN anda ke sumber pendapatan yang terdiversifikasi dengan baik, entah itu deposito, saham, tanah, property, mata uang asing.

Keempat, berani CUT LOSS kalau investasi anda sudah menurun misalnya property atau saham kalau itu didanai dengan hutang bank apalagi kartu kredit.Keyakinan akan lebih baik, lebih untung, hanya ada ketika ekonomi tumbuh baik. Ini menyebabkan banyak orang berani berhutang untuk spekulasi. Sebaiknya dalam kondisi lampu oranye, konsep itu segea diamputasi.

Kelima, ini yg terakhir tapi paling penting. Jangan paranoid, jangan panik tapi tetap optimis walapun waspada. Perbanyak CASH dan tabungan LIKUID anda, karena ketika kondisi semakin memburuk anda bisa membeli asset dengan harga sangat miring, orang yg BU alias BUTUH UANG akan mendiskonto dengan besar. Kesempatan bagi anda memiliki assets produktif dengn harga 'murah'.

Itu sebabnya saya sering berujar, dalam kondisi sulit CASH IS KING, dalam kondisi resesi CASH IS CAESAR.
Goodluck...✌"
Bisa juga langsung dibuka di facebook beliau, di pencarian google juga langsung ketemu tulisan ini.

Selasa, 28 April 2015

Ciwalk XXI Naik Jadi Rp 40.000

Ya, itu yang saya rasakan kemarin saat nonton film Avengers Ultron. Belum sebulan lalu nonton, masih di harga Rp 35.000 kini sudah naik menjadi Rp 40.000, tanpa pemberitahuan pula. Ini berlaku untuk hari Senin sampai Kamis. Jumat sampai Minggu beda lagi.
Saya akui, meski sama2 XXI dengan beberapa bioskop yang pernah saya datangi, teknologi di sini relatif lebih baru, suara menggelegar dan jernih serta tempat duduk yang nyaman itu salah satu nilai plusnya. Film Avengers Ultron ternyata sangat seru, cocok dan aman untuk keluarga. Adegan seru, tersupport oleh teknologi Dolby Digital. Di Amerika Serikat sendiri film ini baru akan di putar 1 Mei 2015.
Oh ya, beli 1 gratis 1 berlaku untuk pengguna Mandiri ECash, Kartu Kredit BCA, Kartu Kredit BRI dan Poin Xtra CIM Niaga. Syarat dan ketentuan berlaku.

Bakso Malang Karapitan VS Platinum Ciwalk

Dua restoran yang berada di Cihampelas Walk ini rupanya masih satu grup dengan Rachaa dan Gokana, bernaung dalam Champ resto Indonesia (www.champ-group.com).
Posisinya satu bangunan dengan beda lantai, lantai di atas untuk Bakso Malang Karapitan (BMK) dan di bawah untuk Platinum. Dari semua resto di bawah grup Champ ini biasanya ditandai manager (ditandai dandanan dan tampilan paling keren) yang selalu berada di depan, menyambut customer. Kadang bikin segan kalau kita datang dengan terlalu cuek.
Perbedaan BMK dan Platinum ada di jenis makanan serta cara bayarnya. Makanan di BMK cenderung sejenis bakso, bakmi. Sedangkan di Platinum sejenis steak, steamboat, hotplate, tumisan. Cara bayarnya juga beda, di BMK saat pesan dihitungkan berapa biayanya, lalu bayar, sedangkan di Platinum makan dulu baru bayar. Untuk minumnya saya rasa mirip-mirip saja.
Mengenai rasa termasuk enak, gurih alami, gak terasa vitsin. Porsi pas layaknya menu makan di Indonesia dan Asia Timur (beda dengan resto India dan Arab yang seringkali porsi jumbo).
Patut dicoba

Rabu, 22 April 2015

Rasa Yoshinoya Indonesia

Ini pengalaman pertama makan Yoshinoya, meski pernah seminggu Jepang akhir tahun lalu, namun baru berani makan di Indonesia tepatnya di Trans Studio Mall (TSM) Bandung setelah ada pengumuman bahwa telah mendapat sertifikat halal MUI. Bagi saya pribadi ini paling penting, selain sehat menurut Departemen Kesehatan.
Mengenai rasa Yoshinoya, benar2 mengejutkan. Tadinya saya kira mirip Hokben. Ternyata beda banget. Lebih natural. Enak banget. Daging sapi yang diiris tipis dan bergelombang terasa unik digigit. Topping nya ada irisan jahe, kecap asin dll,tersedia di meja. 2 Beef large portion plus nasi Jepang dan teh tawar jepang (Ocha) ditebus 98 ribu Rupiah. Lebih mahal daripada harga di Jepang sekalipun. Tapi dengan rasa yang enak, tak rugi rasanya coba makan di Yoshinoya. Bikin ketagihan.

Bahan Makanan dari Benua Amerika

Beberapa bahan makanan yang membuat negara terkenal ternyata berasal dari Benua Amerika. Sebut saja coklat Belgia, coklat Swiss, pasta tomat Italia. Tanpa penjelahan masa lalu, mungkin kita tidak mengenal makanan ini, atau masih belum familiar. Berikut 4 diantaranya yang berasal dari Benua Amerika
1.Tomat
Berasal dari pegunungan Andes Meksiko. Dibawa ekspedisi Magellan pada 1521 menyebar ke Cina, Jepang dan India. Orang Spanyol membawa tomat ke Eropa pada abad 16, sehingga populer tomat pada pasta dan pizza Italia.
2.Cokelat
Orang Aztec menganggapnya berkah dari Tuhan, tapi orang Eropa memandang ini sebagai barang dagangan yang menguntungkan. Kini kita dapat menikmati minuman coklat hangat, atau kue2 berbahan dan berlapis cokelat.
3.Vanilla
Berasal dari Amerika Tengah, dipanen dari anggrek. Hingga saat ini vanila masih dibudidayakan oleh Indian Totonac
4.Kentang
Sekitar 130 negara membudidayakan kentang termasuk Indonesia. Bahan Makanan ini berasal dari masyarakat Andean, benua Amerika. Di sebarkan oleh penjajah Spanyol pada 1535.
Sumber: RDI April 2015

Minggu, 19 April 2015

2500 Wisman Mengikuti KAA

Dari laman koran Bisnis Indonesia diberitakan bahwa Kementrian Pariwisata memperkirakan 2500 wismancanegara dan 100000 wisnusantara mendatangi Bandung Jakarta dalam rangka peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). 2500 wisman tersebut terdiri dari delegasi, wartawan dan peserta parade.
Menteri Pariwisata memperkirakan tambahan devisa Rp 36 triliun dari wisman dan Rp 100 miliar dari wisnus.

Cara Hemat Makan di Resto Thai

Restoran Thai yang saya maksud di sini adalah yang ala carte semacam Rachaa. Kami asal comot aja pas makan di Rachaa Ciwalk Bandung. Ada 17 macam gorengan dan sejenis bakso (seafood cake), 2 set sayur n lauk, 2 nasi, 1 thai tea, 1 ocha. Gorengan dan bakso 95 ribu, sedangkan yang lain 50 ribu. Total 145 ribu plus pajak 14.5 ribu atau dibulatkan 160 ribu. Sudah termasuk rebusan dan panggangan serta 6 macam saus.Sangat mengenyangkan untuk 2 orang. Saking kenyangnya kami teler kekenyangan. Kalau mau hemat, gak usah ambil gorengan dan bakso, karena set sayur dan lauk, nasi serta minum saja sudah cukup. Kalau mau gorengan dan bakso (fish/crab/squid/seafood cake)beli saja 1 set isi 16 harganya cuma 32 ribu di Yogya Supermarket, yang hanya berjarak 50 meter dari Rachaa. Masak di rumah, kuahnya kaldu ayam. Anda bisa hemat 105 ribu, karena rebusan sayur dan lauk, nasi dan minum cuma 55 ribu (include tax) cukup buat berdua.
Alhamdulillah bisa makan di Rachaa, kalau di Bandung sebenarnya gampang banget cari sayur unik2 yang ada di steamboat, tinggal dipadukan dengan seafood cake. Kalau mau gampang, ya ke Rachaa aja, relatif murah dan setengah harga all you eat Japanese resto (seorang 150 ribu).

Kamis, 16 April 2015

I Home Hotel dan Pasar Tanah Abang

Bermula cari penginapan mudah, murah dan aman di daerah pasar Tanah Abang, saya cari info di Tripadvisor. Ada banyak hotel, yang murah sampai mahal. Di antara yang murah saya cari yang dapat penilaian paling bagus. Dari pencarian ini ketemu I Home. Lalu cari reservasi paling murah, ketemu Agoda dan Pegipegi. Di Traveloka dan Tiket.com tidak ada. Di pegipegi harganya lebih murah karena ada diskon 10% saat itu.
Lokasi hotel di jalan kebon kacang 1, 100 meter dari metro tanah abang atau 200 meter dari blok A/B pasar tanah abang. Dari metro ke blok A/B ada jembatan merangkap ruko sehingga tak terasa bahwa di bawahnya ada jalan besar AM Fahrudin.
Kembali ke hotel, hotel kecil ini cukup aman dan nyaman. Mbak2 resepsionisnya ramah dan bersahabat. Aman karena untuk masuk harus pakai kartu pass. Nyaman karena begitu masuk hotel AC dingin/sejuk terasa, wangi,lift mini maksimal 3 orang, dispenser air tiap lantai, tak perlu khawatir kehausan. Kamar simple serupa kos an, tapi perangkatnya branded. Ac mini Mitsubishi, TV Toshiba, kulkas Sanyo. Kasurnya padat tapi nyaman buat pinggang. Dengan harga 297 ribu permalam tanpa sarapan cukup sepadan menurut saya. Ini bukan hotel besar, ada 4 lantai dan masing2 lantai ada 6 kamar,

Makan Siang di Pasar Tanah Abang

Setelah check out dari penginapan kami titip tas dulu ke resepsionis dan melanjutkan makan siang di food court pasar tanah abang.
Kami pingin yang segar2, karena itu kami mampir di soto ayam surabaya. Soto ayam standar/biasa dengan rasa yang segar dan rasa yang cukup sopan ini dihargai 18 ribu plus nasi 6 ribu. Total berdua 48 ribu. Kenyang makan soto kami mampir ke booth lain yang jual es goyobod seharga 11 ribu, isinya agar2, kelapa muda, tape, hungkwee, sirup dan susu kental manis. Sepadan. Habis minum es kami beli kue cubit yang rasanya mirip pukis, 10 biji dihargai 15 ribu. Total pengeluaran makan siang 74 ribu, dengan lebih kenyang dan nikmat dari makan siang di Richeese sehari sebelumnya.

Pedasnya Richeese Mengejutkan

Sebenarnya di Bandung juga ada fast food Richeese ini, tapi Kami belum sempat mencoba.
Pas kesempatan makan siang di foodcourt pasar Tanah Abang Kami baru coba foodcourt lokal yang katanya murah dan enak ini.
Murah sih tidak, karena 2 menu ayam+kentang harganya 94 ribu. Lebih mahal dari KFC, Texas, maupun CFC. Yang beda dari fast food ini adalah ada cocolan keju cheddar cair yang gurih selain saus tomat dan sambal, pilihan minumannya bukan soda tapi lemon tea atau susu. Saya coba makan ayam yg pedasnya level 5 (ultimate), pedas sekali ternyata, susu, kentang dan nasi yang terhidang tak cukup untuk memadamkan pedasnya saus ini. Keringat mengalir deras di dahi. Enak, tapi kemahalan kalau lihat ukuran ayamnya yang mini. Kalau ada promo aja kayaknya mampir ke Richeese. Sebenarnya ada menu murah,18 ribu++, yaitu Chicken Cordon Bleu plus nasi dan minum yang tak dilengkapi saus keju karena dalamnya sendiri ada keju yang meleleh, Kami tak sempat pesan karena keburu pesan ayam dan kentang.

Nasi Uduk Zaenal Fanani

Ini adalah nasi uduk yang sangat terkenal di Jakarta, berdiri sejak 1968?. Selasa kemarin saya coba makan malam di situ. Tak sampai 100 meter dari penginapan kami, hanya selang 1 bangunan dari pasar Gandaria Tanah Abang.
Tempatnya klasik, banyak pegawainya. Rasa enak, gurih aroma daun salam, hanya Saja saya salah ambil sambal jengkol yang tidak saya suka aromanya. Ayam 15 ribu, tahu 2 ribu, tempe 2 ribu, paru sapi 12 ribu, teh tawar seribu, 7 nasi uduk @2500 ( 3 jumput nasi), totalnya 49 ribu. Enak semua kecuali sambal jengkol. Tergantung selera sih. Patut dicoba.

Rabu, 15 April 2015

Masjid Pasar Tanah Abang Blok A

Terletak di lantai A (atap) atau 14 atau paling atas dari pasar tekstil terbesar di Asia. Masjid yang sangat representatif ini paling mudah dijangkau menggunakan lift. 1000 jamaah kemungkinan bisa sholat berjamaah di sini. Meski di Blok A, pengunjung blok B dan Metro Tanah Abang bisa kesini karena bangunannya tersambung sehingga tak perlu khawatir kepanasan atau kehujanan. Cukup terawat meski dari warna karpetnya kelihatan tidak baru lagi. Bagus dan semoga tetap terpelihara.

Senin, 13 April 2015

Trans Studio Mall Bandung yang Mewah

Sebenarnya mall ini sudah ada sejak lama, kalau tak salah 2004. Tak seperti umumnya mall yang makin lama makin jelek dan ditinggalkan pelanggan premium, mall ini malah semakin mengkilat tak mau kalah dengan mall baru yang bermunculan. Mall yang bertransformasi dari Bandung Supermall (BSM) ini semakin eksklusif layaknya mall elit di Jakarta.
Paling kelihatan mall ini dulu ada pool bus rakyat Primajasa, kini berubah jadi loket dan pintu masuk Trans Studio.
Merk eksklusif seperti Salvatore Ferragamo, Bvlgari, Rockport dll terhampar di mall ini.
Tempat makan juga lumayan elit, sebut saja Jun Jan, Yoshinoya, Raffels dsb. Namun kalau mau yang agak merakyat masih ada supermarket Giant, toko buku Gramedia, AW, KFC.

Sabtu, 11 April 2015

60 Ribu Bandung Jakarta

Ya, di saat semua harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, kadang kita perlu menghemat di bagian lain. Sebagai contoh transportasi Bandung-Jakarta yang kini rata2 sudah di atas 100 ribu. Namun syukurnya tetap ada opsi transportasi yang nyaman dan aman dengan harga diskon yang sangat signifikan. Contohnya Daytrans dan kereta-api.
1. Daytrans (www.daytrans.co.id)
Tarif normal dari anak perusahaan Panorama Tour ini adalah sekitar 120 ribu sekali jalan Bandung Jakarta atau sebaliknya. Ada 3 provider yang saat ini kerjasama : groupon, elevenia dan telkomsel
-Groupon (www.groupon.co.id)
Harga weekdays Senin Kamis harga 60 ribu sedangkan weekend Jumat Minggu 90 ribu. Promo sudah hampir berakhir.
-Elevenia
Harga hampir sama dengan promo Groupon, namun kadaluarsanya masih bulan depan
-Telkomsel
Potongan 30 ribu dengan menukar 20 telkomsel poin. Atau kalau beli tiket pergi pulang, tiket pulangnya diskon 50.
Untuk Groupon dan Elevenia harus hubungi call center Daytrans, jelaskan mau dipakai kapan, kemana, jam berapa, atas nama siapa. Baru datang ke pool Daytrans untuk tukarkan print out kupon dengan tiket. Sedangkan untuk diskon poin Telkomsel langsung datang ke pool, tunjukkan sms diskon dari Telkomsel.
2. Kereta-api (www.kereta-api.co.id)
Ada tiket yang sangat murah yaitu 49 ribu untuk kelas bisnis dan 69 ribu untuk kelas eksekutif dari tarif normal yang sekitar 2x harga promo ini.
Sekarang tinggal customer pilih, naik shuttle atau kereta-api. Kelebihan shuttle banyak opsi tujuan akhir. Dari pool Dipatiukur bisa ke Thamrin City, Binus, FX Sudirman, Senayan City, sedangkan dari pool Cihampelas bisa ke Tebet dan Jatiwaringin. Alamat lengkapnya sila browsing di websitesnya. Kekurangannya agak sempit, maklum minibus, berhenti sekali di rest area jalan tol, pada jam sibuk bisa telat lama sekali. Sebaliknya kereta-api memberikan kenyamanan berupa kabin lebih luas, bebas macet, ada toilet, bisa pesan makanan minuman di kereta. Kekurangannya cuma bisa turun di stasiun Gambir, ke tempat tujuan harus disambung kereta commuter, taksi, ojek, atau kendaraan pribadi.

Sabtu, 04 April 2015

Nasi Rames dan Nasi Begana Kereta Api

Hmmm, sudah waktunya makan siang, namun kereta baru sampai Sidareja perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Tanda sudah masuk Jawa Tengah adalah dataran rendah dan panas. Pramugari kereta menawarkan makan siang dan minum. Katanya menu berubah tiap bulan. Bulan ini yang ditawarkan ada nasi goreng, nasi begana/uduk, nasi ayam penyet, nasi campur. Harga 25-30 ribu. Kami pesan nasi campur dan begana. Nunggu 15 menit pesanan datang. Mengenai rasa, tidak mengecewakan, lebih enak daripada Yomart maupun 7-11. Kalau dengan Hokben beda citarasa, Hokben rasa Jepang, ini khas Indonesia. Otentik gak pakai bumbu instan. Langsung saja, inilah penampakan nasi campur dan nasi begana

Sarapan di Stasiun Bandung

Berhubung masih pagi kami tak sempat sarapan di rumah, pagi ini kami putuskan sarapan di stasiun atau kereta-api saja.
Di stasiun Bandung bagian utara sudah ramai sebelum jam 6 pagi. Ada Yomart, Alfamart dan Indomaret yang jual sarapan. Adapula pisang bolen Mayasari-kompetitor abadi Kartikasari yang juga sudah buka dan jual pisang bolen dengan harga standar 35 ribu/dus.
Saya coba tengok Yomart, jualannya lengkap, ada nasi gepuk/empal, nasi rendang nasi goreng, mi goreng dan aneka minuman. Pernah coba nasi rendang, daging nya alot, dan tak ada stempel halalnya. Secara umum lumayan, namun kurang mengenyangkan buat cowok gendut seperti saya. Sekotak harga 17,5 ribu sudah termasuk biaya microwave buat menghangatkan.
Akhirnya kami putuskan beli nasi hokben saja take away alias dibawa me kereta-api. Tapi untuk ke sana harus melewati pemeriksaan tiket yang baru bisa masuk 1 jam sebelum berangkat.
Pas sudah bisa masuk kami mampir di Hokben. Sudah naik lagi lagi, terakhir masih 20 ribu per paket, kali ini sudah 25 ribu. Isinya nasi, 2 nugget ikan, 2 ayam giling, irisan wortel dan kubis,1 sachet sambal, 1 sachet mayones, ocha/teh hijau tawar dingin, sepasang sumpit dan tisu. Enak dan mengenyangkan. Inflasi harga Hokben kerasa, karena 10 lalu saat bolak-balik Bandung Jakarta sepaket baru 10 ribu. Inflasi Rupiah memang nyata.
Alhamdulillah makan enak dan kenyang. Jam 7.20 pagi kereta Lodaya berangkat ke Yogya. Bismillah

Pesan Taksi Pagi

Kali ini saya mau ke Yogyakarta menggunakan kereta-api Lodaya dari Bandung. Kami dari apartemen di Cihampelas jam 5.30 pagi naik Taksi Blue Bird yang sudah kami pesan tadi malam.Bagusnya perusahaan taksi ini segera memberitahu kapan sopirnya akan mengontak saya (1/2 jam sebelum berangkat-jam 5 pagi), sebelumnya saya sempat mengcancel pemesanan taksi lain karena 2x telpon masih dicarikan sopir, padahal telpon pertama jam 6 malam dijanjikan akan segera menghubungi lalu jam 8 malam saya hubungi lagi, karena butuh kepastian saya hubungi Blue Bird yang bisa kasih kepastian, lalu batalkan pesan taksi lain.  Taksi buat besok pagi, apa susahnya buat jadwal pertama. Atau mungkin jam segitu taksi lain belum mulai operasi ya. Wallahualam.
Yang jelas ada potensi pendapatan yang hilang dari konsumen. Dan pas di stasiun tampak antrian mobil Dan taksi masuk stasiun mengantar penumpang. Taksi yang tampak Blue Bird dan Gemah Ripah saja pagi ini. Mungkin taksi yang saya hubungi pertama memang belum beroperasi.

Kamis, 02 April 2015

Profesionalisme Tak Sebanding Dengan Harga Yang Dibayar

Ini sekedar sharing pengalaman mengenai pelayanan dari kegiatan kemarin, yang ingin saya soroti adalah di Hypermart BIP, Commonwealth Dago, CIMB Niaga Dago dan Butik LM Dago
1. Butik LM Dago Bandung
Berada di Altofit Square dimana menyatu dengan outlet Nike dan IBOX Apple store, butik yang menjual emas produk logam mulia ini buka Senin sampai Sabtu. Parkir gabung dengan konsumen dua outlet tersebut. Di depan ada satpam pakai baju safari, dan di dalam ada dua karyawati yang asyik ngobrol. Saat melayani, karyawati M masih sibuk mengunyah permen dan satunya asyik mainin handphone. Mungkin jarang yang ke sini sehingga terlihat santai. Demikian pula saat mau bayar, mesin rusak tidak bisa kartu debit saya. Si karyawati cuma bilang transfer saja di ATM sebelah pak (BRI) sambil menyerahkan secarik kertas nomor rekening Mandiri LM Antam. Untuk transfer ternyata maksimal hanya bisa xxx rupiah, karena kebijakan bank. Balik lagi ke butik LM, dan si karyawati baru bilang lupa kasih tahu. ya sudah pakai mandiri mobile saja, dan ternyata bisa. Selesai bayar dan serahkan pesanan, baru 2 karyawati di front desk kelihatan ramah, tadinya cuek dan curiga. performa karyawati di situ kurang bagus, kecuali karyawati di bagian pengambilan yang standar dan sopan. Dibandingkan butik LM Banjarmasin, butik LM Bandung ini masih kalah performa pelayanannya, mulai dari satpam dan front desk nya. yang sesuai standar dan sopan hanya di bagian pengambilan pesanan. Parkir bayar 3000
2. CIMB Niaga Dago Bandung
Tak jauh dari butik LM, saya mau cetak buku dan update data. Pelayanan bagus dari satpam sampai customer services. CS juga paham produk yang saya butuhkan. Ini serasa butik betulan. Parkir gratis
3. Commonwealth Bank Dago Bandung
Satpamnya ramah mengarahkan saya ke customer service yang sedang ngobrol. Tapi begitu tahu ada customer mereka langsung stay tune/fokus melayani. Pengetahuan produk luas dan pelayanannya profesional. Parkir gratis
4. Hypermart BIP Bandung
Ini saya tidak membahas Hypermartnya tapi pada salah satu bagian kecilnya, yaitu saat saya mau beli serap air mengingat kelembaban yang tinggi membuat perabot di rumah cepat berjamur. Saya pilih Dahlia karena sudah terbiasa pakai dan tahu kualitasnya yang bagus. Di situ ada SPG yang sedang menata produk " pak ini ada promo, beli 2 gratis 1, terus ini beli wadah dan refill bonus isi serap air dst, ada undiannya juga, yang hitam ini karbon penyerap bau dan tidak wangi sedangkan yang putih ini wangi dst" wah hebat betul SPG ini, paham sekali dengan produk yang dijualnya. Selain lagi butuh dan tahu kualitasnya, ditambah penjelasan dari SPG sehingga tadinya mau beli 1 set akhirnya beli 3 set. Saat selesai bayar di kasir kami ke customer servis dan dapat undian. Saya dapat hadiah pengharum mobil 2 biji dan sabun cuci piring mamalemon 1 bungkus. Supervisor Dahlia juga memberitahu ini baru pertama mereka mengadakan di Hypermart BIP. Nanti ada grandfinal. Parkir BIP jam2an sesuai lama parkir.

Sehari ke empat lokasi, untuk CIMB dan Commonwealth sesuai ekspektasi, sedangkan Butik LM dibawah ekspektasi padahal di sini transaksi terbesar, sedangkan di Hypermart BIP berkat ada SPG Dahlia yang paham produk mendalam, tak sekedar menjual, pembelian dalam nominal kecil ini jadi terasa sangat bernilai. Kadang sikap profesional tidak berbanding lurus dengan harga barang yang dijual, dan itu yang saya rasakan kemarin.


Rabu, 01 April 2015

Pizza Hut Hemat

Lama rasanya tidak mampir ke pizza hut. 2 minggu lalu sudah pernah pesan delivery, tapi kok basah gitu rotinya, mungkin uap air waktu proses pengiriman.
Nah, siang tadi kami ke pizza hut Ciwalk. Tak jauh dari tempat parkir. Tadinya cari Domino pizza yang belum pernah kami coba. Ternyata adanya di PVJ.
Lokasi pizza hut termasuk strategis, dekat tempat parkir dan tempat bermain anak.
Tadinya kami mau pesan yang reguler, tapi tiba2 ada mahasiswi datang minta menu paket untuk 2 orang. Ikutan dong, akhirnya nemu paket 70 ribu termasuk pajak yang terdiri 2 personal pizza, 1 pembuka, 2 minum. Kami pilih pizza beef corn dan tuna delight, pembukanya beef bruscheta, minumnya lipton ice tea. Nama paketnya Sensasi Delight. Lumayan lah, kalau beli terpisah mungkin 125 ribu. Alhamdulillah
Setelah bayar, saya menerima nota plus flyer yang berisi undangan Isi survey kepuasan pelanggan di internet, berhadiah langsung garlic bread. Kami ke sana dan isi survey tanggal 1 April, tanggal 6 April sudah datang e-voucher via email yang berlaku hingga 1 Mei 2015. Alhamdulillah

Paspor Baru Yang Keren

Hari ini Kami ambil paspor di kantor imigrasi di jalan Surapati (Suci) setelah 3 hari kerja dari saat pemotretan dan pengambilan data biometrik. Prosesnya cukup cepat dan mudah, tinggal ambil nomor antrian (antri dulu karena ada petugas yang mengecek slip yang kita bawa) lalu antri, kurang lebih sama pengambilan foto. Proses ini terbilang paling singkat karena meski ada 20 antrian lagi, namun kurang dari 1 jam sudah terlayani. Begitu panggilan, kami bergegas ke meja pengambilan. Karena Kami mau pakai paspor lama kami untuk mengambil visa lagi (untuk bukti pernah jalan2 ke tempat lain) maka kami bilang "boleh pak paspor lama kami minta?" bapaknya bilang"silakan isi formulir pengambilan paspor lama Dan tempel materai 6 ribu". Sesudah lengkap, paspor baru dan lama kami ambil.
Beberapa perbedaan paspor lama dengan paspor baru
1. Paspor baru tidak ada tanda tangan beserta nama pejabat kepala imigrasi setempat. Jadi kita gak tahu nama kepala imigrasi Bandung saat ini.
2. Isinya bergambar flora fauna serta budaya khas Indonesia, cukup unik dan menarik/keren, yang jelas beda dengan paspor lama yang menurut saya juga sudah bagus. Hal yang ikonik di Indonesia semua ditampilkan di sana.
3.Bagian alamat di belakang kosong, bisa diisi sendiri. Kalau yang lama sudah langsung tercetak alamat. Yang sama adalah tanda tangan pemegang paspor.
Alhamdulillah proses pembuatan dan paspor online selesai kurang dari 2 minggu. Tahapan yang kami jalani :
- Jumat, 20 Maret daftar online, cetak bukti daftar yang dikirim di email, lalu bayar di teller BNI, setelah bayar dan dapat bukti bayar, ada link konfirmasi dari imigrasi, dapat jadwal foto. Tiap orang bisa beda, benar2 kayak undian. Karena 3 hari sebelumnya saya daftar jadwal foto sebulan kemudian. Coba aja dan pantang menyerah lah.
- Kamis, 26 Maret ambil foto dan data biometrik
- Rabu, 1 April paspor sudah jadi, tinggal ambil
Pelayanan  bisa saya bilang sangat baik saat ini, tidak ada petugas yang sok sangar/galak seperti di imigrasi Banjarmasin 5 tahun lalu. Hanya tempat parkir mobil saja yang terbatas sehingga 2 kali kami datang, 2 kali pula kami parkir di pinggir jalan, padahal kami datang jam 7 pagi atau sejam sebelum buka.

Tips Fit Selama Ramadan

Dikutip dari majalah toko Guardian, ada beberapa tips tetap fit saat bulan Ramadan dimana ada perubahan pola makan minum yang berdampak mual...